Akan saya ceritakan tentang Qabil dan Habil. Namun sebelum itu, saya ceritakan dulu Siti Hawa iaitu seorang Ibu juga isteri Nabi Adam yang Allah ciptakan dari tulang rusuknya Nabi Adam. Allah menciptakan Siti Hawa dengan 20 rahim dan sekali lahir langsung 2 anak kembar..jadi jumlah anak ada 40 anak Waw subhanallah sekali ya..
Itulah Siti Hawa. Seorang ibu yang hebat berjuang antara mati dan hidup untuk melahirkan 40 anak.. SUBHANALLAH.. Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhlukNya..
Siti Hawa melahirkan kembar dua pasang. Pertama lahirlah pasangan Qabil dan adik perempuannya yang diberi nama “Iqlima”, kemudian menyusul pasangan kembar kedua Habil dan adik perempuannya yang diberi nama “Labuda”.
Kedua orang tua, Nabi Adam dan Siti Hawa, menerima kelahiran keempat putera puterinya itu dengan senang dan gembira, walaupun Hawa telah menderita apa yang lumrahnya dideritai oleh setiap ibu yang melahirkan bayinya. Mereka mengharapkan dari keempat anak pertamanya ini akan menurunkan anak cucu yang akan berkembang biak untuk mengisi bumi Allah dan menguasai sesuai dengan amanat yang telah di bebankan ke atas bahunya.
Di bawah naungan ayah ibunya yang penuh cinta dan kasih sayang maka membesarlah keempat-empat anak itu dengan cepatnya melalui masa kanak-kanak dan menginjak masa remaja. Yang perempuan sesuai dengan kudrat dan fitrahnya menolong ibunya mengurus rumahtangga dan mengurus hal-hal yang menjadi tugas wanita, sedang yang laki-laki menempuhi jalannya sendiri mencari nafkah untuk memenuhi keperluan hidupnya. Qabil berusaha dalam bidang pertanian sedangkan Habil di bidang perternakan.
Saat itu undang-undang yang berlaku adalah “DILARANG NIKAH SATU RAHIM!” maka kepada Nabi Adam Allah memberi ilham dan petunjuk agar kedua puteranya dinikahkan dengan puterinya. Qabil dinikahkan dengan adik Habil yang bernama Labuda dan Habil dengan adik Qabil yang bernama Iqlima.
Namun…………….
Qabil dan menyatakan bahwa ia tidak mahu menikahi Labuda, adik Habil dengan mengemukakan alasan bahwa Labuda adalah buruk dan tidak secantik adiknya sendiri Iqlima. Ia berpendapat bahwa ia lebih patut mempersunting adiknya sendiri Iqlima sebagai isteri dan sekali-kali tidak rela menyerahkannya untuk dinikahi oleh Habil. Dan memang demikianlah kecantikan dan keelokan paras wanita selalu menjadi fitnah dan rebutan lelaki yang kadang-kadang menjurus kepada pertentangan dan permusuhan yang sampai mengakibatkan hilangnya nyawa dan timbulnya rasa dendam dan dengki di antara sesama keluarga dan sesama suku.
Karena Qabil tetap berkeras kepala tidak mahu menerima keputusan ayahnya dan meminta supaya dinikahkan dengan adik kembarnya sendiri Iqlima maka Nabi Adam seraya menghindari penggunaan kekerasan atau paksaan yang dapat menimbulkan perpecahan di antara saudara serta mengganggu suasana damai yang meliputi keluarga beliau secara bijaksana mengusulkan agar menyerahkan masalah jodoh itu kepada Tuhan untuk menentukannya. Caranya adalah dari masing- masing dari Qabil dan Habil harus menyerahkan kurban kepada Tuhan dengan catatan barang siapa di antara kedua saudara itu diterima korbannya ialah yang berhak menentukan pilihan jodohnya.
Qabil dan Habil menerima baik jalan penyelesaian yang ditawarkan oleh ayahnya. Habil keluar dan kembali membawa peliharaannya yang paling sihat sedangkan Qabil datang dengan panen yang dipilih dari hasil tanamannya yang rusak dan busuk kemudian diletakkan kedua korban itu kambing Habil dan panen Qabil di atas sebuah bukit lalu pergilah keduanya menyaksikan dari jauh apa yang akan terjadi atas dua jenis korban itu.
Kemudian dengan disaksikan oleh seluruh anggota keluarga Adam yang menanti dengan hati berdebar apa yang akan terjadi di atas bukit di mana kedua korban itu diletakkan, Allah mengangkat ternakan Habil ke surga. sedang panen kepunyaan Qabil tidak tersentuh tetap tinggal utuh.
Dari itu Allah menurunkan ayat Al Qur’an yaitu surat Al-Maidah ayat 27 :
“ Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang Sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia Berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah Hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa".
Dapat dilihat dari apa yang dikorbankan dari keduanya hanya Habil-lah yang mengorbankan haiwan ternakan yang paling sehat karena ia mengharap redha Allah.. ikhlas dengan apa yang ia korbankan kerana itulah yang terbaik. Namun sebaliknya, Qabil mengurbankan hasil panen yang busuk dan sudah rosak pula.. dan akhirnya Allah memilih apa yang terbaik..
Ketika Adam hendak keluar dan meninggalkan rumah beliau mengamanahkan rumah tangga dan keluarga kepada Qabil. Baginda berpesan kepadanya agar menjaga baik-baik ibu dan saudara-saudaranya selama ketiadaannya. Ia berpesan pula agar kerukunan keluarga dan ketenangan rumahtangga terpelihara baik-baik jangan sampai terjadi hal-hal yang mengeruhkan suasana atau merusakkan hubungan kekeluargaan yang sudah akrab dan intim.
Qabil menerima pesanan dan amanat ayahnya dengan kesanggupan akan berusaha sekuat tenaga menyelenggarakan amanat ayahnya dengan sebaik-baiknya dan sempurna berpergiannya akan mendapat segala sesuatu dalam keadaan baik dan menyenangkan. Demikianlah kata-kata dan janji yang keluar dari mulut Qabil namun dalam hatinya ia berkata bahwa ia telah diberi kesempatan yang baik untuk melaksanakan niat jahatnya dan melepaskan rasa dendamnya dan dengkinya terhadap Habil saudaranya.
Tidak lama setelah Adam meninggalkan keluarganya datanglah Qabil menemui Habil di tempat penternakannya. Berkata ia kepada Habil, ”Aku datang kemari untuk membunuhmu. Masanya telah tiba untuk aku lenyapkan engkau dari atas bumi ini.”
“Apa salahku?” tanya Habil. Dengan alasan apakah engkau hendak membunuhku?”
Qabil berkata, ”Ialah kerana korbanmu diterima oleh Allah sedangkan korbanku ditolak yang bererti bahawa engkau akan menikahi adikku Iqlima yang cantik dan molek itu dan aku harus menikahi adikmu yang buruk dan tidak mempunyai gaya yang menarik itu.”
Habil berkata, ”Adakah berdosa aku bahwa Allah telah menerima korbanku dan menolak korbanmu? Tidakkah engkau telah bersetuju cara penyelesaian yang diusulkan oleh ayah sebagaimana telah kami laksanakan? Janganlah tergesa-gesa wahai saudaraku, mempertaruhkan hawa nafsu dan ajakan syaitan! Pikirkan dengan matang akan akibat perbuatanmu kelak! Ketahuilah bahwa Allah hanya menerima kurban dari orang-orang yang bertakwa yang menyerahkan dengan tulus ikhlas dari hati yang suci dan niat yang murni. Adakah mungkin sesekali bahwa kurban yang engkau serahkan itu engkau dipilih dari gandummu yang telah rosak dan busuk dan engkau berikan secara terpaksa bertentangan dengan kehendak hatimu, sehingga ditolak oleh Allah, berlainan dengan kambing yang aku serahkan sebagai korban yang sengaja aku pilihkan dari perternakanku yang paling sehat dan kucintai dan kuserahkan dengan tulus ikhlas disertai permohonan diterimanya oleh Allah.”
Di dalam surat Al-Maidah ayat 28, Habil berkata :
"Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, Aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya Aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam."
Perkataan ini adalah keindahan akhlaknya dan rasa takutnya pada Allah, meskipun ia dapat membelas tapi ia sangat berbeda dengan Qabil yang pendengki dan berniat jahat. Habil tidak ingin membalas Qabil walaupun ia lebih kuat.. lalu Allah mengisahkan perkataan Habil di dalam surat Al-Maidah ayat 29 :
"Sesungguhnya Aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, Maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian Itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim."
Namun Qabil tidak peduli dengan apa yang Habil katakan.. padahal Habil ingin ia kembali kejalan Allah dan tak mendengar apa pun yang setan bisikan hingga menggelapkan hati Qabil.. astagfirullah…
Qabil bingung tidak tahu bagaimana ia harus membunuh Habil saudaranya, menjelmalah Iblis dengan seekor burung yang dipukul kepalanya dengan batu sampai mati. Contoh yang diberikan oleh Iblis itu diterapkannya atas diri Habil di kala ia tidur dengan nyenyaknya lalu Qabil membunuh saudaranya Habil dengan batu hingga mati seketika.. kepala dan badannya sampai terpisah dan ITULAH DARAH PERTAMA YANG MENGALIR DI MUKA BUMI INI..
di dalam surat Al-Maidah ayat 30:
“Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, Maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.”
Qabil membawa mayat habil kemana-mana.. ia berfikir, “harus dikemanakan mayat ini?” kemudian Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Bijaksana, tidak rela melihat mayat hamba-Nya yang sholeh dan tidak berdosa itu tersia-sia demikian rupa.
Dalam Surat Al-Maidah ayat 31 :
“Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, Mengapa Aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu Aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.”
Kemudian kembalilah Adam dari perjalanan jauhnya.Ia tidak melihat Habil di antara putera-puterinya yang sedang berkumpul. Bertanyalah ia kepada Qabil, ”Di manakah Habil berada? Aku tidak melihatnya sejak aku pulang.”
Qabil menjawab, ”Entah, aku tidak tahu dia ke mana! Aku bukan hamba Habil yang harus mengikutinya ke mana saja ia pergi.”
Melihat sikap yang angkuh dan jawaban yang kasar dari Qabil, Adam dapat meneka bahwa telah terjadi sesuatu ke atas diri Habil, puteranya yang soleh, bertakwa dan berbakti terhadap kedua orang tuanya itu. Pada akhirnya terbukti bahwa Habil telah mati dibunuh oleh Qabil sewaktu peninggalannya. Ia sangat sesal di atas perbuatan Qabil yang kejam dan ganas itu di mana rasa persaudaraan, ikatan darah dan hubungan keluarga diketepikan sekadar untuk memenuhi hawa nafsu dan bisikan yang menyesatkan.
Menghadapi musibah itu, Nabi Adam hanya berpasrah kepada Allah menerimanya sebagai takdir dan kehendak-Nya seraya mohon dikurniai kesabaran dan keteguhan iman baginya dan kesedaran bertaubat dan beristighfar bagi puteranya Qabil.
Ada yang mengatakan bahwa Nabi Adam menangis di tanah kuburannya Habil selama 40 hari… itu adalah tangisan seorang ayah yang sangat menyayangi anaknya yang soleh, bertakwa dan berbakti pada orang tuanya…
Dari cerita di atas sudah diketahui bagaimana kejadian pembunuhan pertama kali di muka bumi yaitu pembunuhan Habil oleh saudaranya.. terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya pembunuhan :
1. Karena tidak setuju dinikahi dengan Labuda adiknya Habil lantaran buruk dan tidak menarik. Qabil lebih memilih menikahi adiknya sendiri yaitu Iqlima.
2. Karena tidak diterima oleh Allah kurbannya Qabil.
menurut saya, yang menjadi akar permasalahan disini adalah Qabil, dilihat dari sifatnya Qabil yang pedengki, iri, tidak berbakti pada orang tua, tidak menyukuri apa yang diberi (dalam keputusan Nabi Adam untuk menikahi Labuda dengan Qabil dan Iklima dengan Habil), tidak ikhlas (dalam kurban kepada Allah) sehingga terbawa hawa nafsu akibat bisikan syaitan yang tiada henti-hentinya menggoda Qabil.
Iman Qabil tidak kuat sehingga terbawa hawa nafsu, berbeda sekali dengan Habil yang imannya kuat, tidak tergoda syaitan, anaknya soleh, bertakwa, berbakti pada orang tua dan ikhlas dengan hati yang tulus (dalam kurban kepada Allah).
Sumber :
· http://raudhatulmuhibbin.blogspot.com
http://ochione.blogspot.com/
.jpg)








Exchange link? tell me at my cbox...

